Genuine Leather Artinya Dan Cirinya sebagai Berikut

Genuine Leather Artinya Dan Cirinya sebagai Berikut

Sebenarnya genuine leather artinya bisa dipahami bukan sekadar dengan satu pengartian saja. Bahkan ada dua makna genuine leather yang bisa jadi pengertiannya lumayan agak bernuansa bertolak belakang. Daripada Anda bingung dengan makna sebenarnya dari genuine leather tersebut bisa simak uraian berikut.

Akan kami ulaskan mendalam perihal sebenarnya apa yang dimaksud dengan genuine leather sesuai dengan pemaknaan yang berkembang di masyarakat. Plus juga akan kami ulaskan beberapa ciri khas genuine leather agar pembaca mudah mengidentifikasinya secara tepat. Langsung simak ulasan berikut.

Genuine Leather Artinya

1. Jenis Material Kulit

Jenis Material Kulit

Pemaknaan genuine leather pertama yang sering kali disalah-artikan yakni dinilai sebagai bagian dari jenis material atau bahan kulit tersebut. Jadi ada istilah synthetic leather dengan genuine leather. Ini sebatas pandangan umum orang tentang genuine leather yang bermakna sebagai bahan kulit asli bukan buatan.

2. Tingkat Kualitas Kulit

Tingkat Kualitas Kulit

Padahal jika ditilik lebih spesifik lagi pemaknaan genuine leather bukan sebatas bahan kulit asli yang bukan sintetis saja lho. Nyatanya genuine leather secara spesifik justru dikategorikan maknanya sebagai salah satu jenis tingkatan kualitas kulit yang beredar di pasaran. Ternyata cukup beda ya maknanya dengan tadi ?

Makna pada poin pertama genuine leather seperti punya arti positif dibanding dengan jenis sintetic leather. Namun pada pemaknaan di poin kedua ini genuine leather justru masuk kategori kualitas tingkatan kulit yang terburuk kedua dari bawah lho. Jadi kualitas kulit biasa dibagi menjadi total 4 jenis kesemuanya ya.

Ada jenis full grain leather dengan kualitas serat kulit terbaik, ada top grain leather dengan kualitas serat kulit lumayan bagus, serta ada kualitas genuine leather yang hampir tak memiliki serat kulit alamiah serta kualitas terakhir berjuluk bonded leather yang memiliki kualitas paling buruk dibanding jenis sebelumnya.

Semakin banyak serta bagus serat kulit yang dimiliki maka bahan kulit tersebut bisa disulap menjadi produk yang makin berkualitas serta awet dikenakan hingga waktu lama. Jenis kulit yang kurang berserat biasanya akan cukup sulit dibentuk menjadi produk bagus jika tanpa tambahan bantuan dari bahan yang lainnya.

Baca Juga : 5 Langkah Proses Pembuatan Kulit

Ciri – Ciri Genuine Leather

1. Memiliki Kejelasan Label

Memiliki Kejelasan Label

Mungkin saja memang akan ada beberapa produk yang tidak memiliki label secara jelas. Namun perlu diingat sekelas produk berbahan kulit asli tentu mencantumkan bahan berkualitasnya tersebut sebagai sebuah keunggulan bahkan untuk menguatkan promosi. Agak aneh jika ada produk bagus tanpa label ya.

Label pun ada banyak sekali macamnya. Mulai dari real leather, genuine leather, top atau full grain leather, material produk hewani, material produk nabati dan seterusnya. Label tersebut menunjukkan sebenarnya dari apa produk tersebut dibuat. Sejujurnya ada satu hal lagi yang membedakan kulit asli maupun bukan.

Jika dalam label produk tersebut terdapat keterangan handmade material maka sudah barang tentu itu bukanlah kulit asli yang alamiah. Melainkan produk yang berasal dari kulit buatan atau juga kulit sintetis ya. Semoga pengetahuan dasar ini bisa membantu Anda memilih barang sesuai dengan ekspektasi top.

2. Kemungkinan Ada Tanda Cacat

Kemungkinan Ada Tanda Cacat

Banyak orang mengidamkan barang dengan bahan kulit asli lantaran terjamin awet serta saat dikenakan jauh lebih nyaman. Tak akan membuat kegerahan maupun juga terlalu kedinginan. Bahan produk dari kulit bisa membuat siapapun yang mengenakannya merasa terlindungi paripurna secara alamiah pastinya ya.

Namun perlu diingat saat membeli produk berbahan kulit haruslah teliti melihat keseluruhan coraknya. Memang suatu produk semakin rapi dan strukturnya sama semakin digemari. Tandanya pihak produsen memang memikirkan desain produk secara presisi. Namun prinsip berbeda bisa diterapkan untuk leather.

Produk berbahan leather atau kulit yang asli biasanya memiliki corak agak acak atau bahkan mungkin ada sedikit kecacatan. Bukannya sebuah kesalahan, itu justru sebagai bukti otentik bahwa produk memang terbuat dari kulit hewan sungguhan. Yang mana secara alamiahnya memang tak seperti buatan pabrik.

Beda lagi jika produk tersebut terbuat dari bahan sintetis dengan bantuan mesin di pabrik. Motif atau corak maupun strukturnya sebisa mungkin akan seragam sekali dengan hasil setting dari mesin pembuatan. Nah tanda cacat yang unik ini bisa juga menjadi ciri khas khusus yang justru menaikkan harga bahan kulit asli.

3. Tekstur Lebih Lembut

Tekstur Lebih Lembut

Perbedaan kulit asli dengan kulit sintetis terletak pada kecenderungan teksturnya yang memiliki sifat lumayan berlawanan. Saat Anda mulai berburu produk dari bahan kulit jangan langsung terburu-buru membeli tanpa menelaah lebih lanjut. Cobalah untuk menyentuh bahan dari produk dari kulit tersebut ya.

Jika memungkinkan Anda bisa mulai agak memberi tekanan pada produk menggunakan jemari Anda. Untuk bahan kulit asli akan memberi ciri produk yang ditekan biasanya akan mengikuti bentuk tekanan tersebut secara natural. Namun untuk bahan kulit sintetis biasanya akan memberikan respon yang beda.

Produk dari bahan kulit sintetis jika ditekan akan jauh lebih keras. Bekas tekanan tersebut juga akan secara cepat langsung kembali ke bentuk semulanya. Jadi respon dari produk berbahan kulit sintetis ini tak alamiah layaknya produk yang terbuat dari kulit asli. Jadikan ini sebagai tambahan pegangan identifikasi.

4. Baunya Lebih Natural

Baunya Lebih Natural

Sebagai patokannya kulit asli berasal dari bagian hewan sungguhan sedang kulit sintetis biasa dibuat menggunakan bahan plastik. Anda bisa membedakan kedua jenis bahan produk ini dengan mencium baunya. Untuk produk berbahan kulit asli biasanya memiliki bau khas yang memang natural-nya seperti itu.

Sedang untuk bau produk yang berasal dari bahan sintetis biasanya memiliki aroma yang cenderung terkesan seperti plastik maupun juga banyak didominasi dengan unsur bau bahan kimiawi. Dua bau ini cukup penting dijadikan patokan bagi Anda yang sedang berburu produk berasal dari bahan kulit yang asli.

Baca Juga : Apa Itu Penyamakan Kulit

5. Tepiannya Agak Kasar

Tepiannya Agak Kasar

Memburu produk berbahan kulit asli juga bisa dengan memperhatikan bagian tepi jahitannya. Jika itu benar terbuat dari kulit hewan asli maka biasanya bagian tepiannya akan memiliki nuansa jumbai lantaran kulit asli memang memiliki serat alamiah yang membuatnya jadi berkualitas. Beda dengan ciri kulit sintetis ya.

Untuk tepian produk yang terbuat dari kulit sintetis atau buatan biasanya pada bagian tepian jahitannya akan memunculkan potongan yang cenderung jauh lebih rapi. Sebagai catatan memang produk berbahan kulit sintetis ini dibuat dari nuansa bahan plastik yang tak memiliki serat alamiah. Tentu potongannya beda.

Memang produk dari bahan kulit buatan memiliki bagian tepian yang jauh lebih rapi lantaran mendapat cara pemotongan dengan mesin pabrikan pula. Namun jangan sampai salah pilih. Justru bahan kulit yang memiliki banyak serat itulah yang memiliki kualitas terbaik. Performanya jempolan, awet dan nyaman pula.

Dari uraian perihal genuine leather artinya serta cirinya yang kami ulaskan dalam poin di atas semoga cukup membantu Anda untuk lebih memahami terkait dengan topik pembahasan satu ini. Dengan begitu diharap saat berbelanja memburu ragam produk berbahan kulit maka Anda tak mudah tertipu produk palsu.

Copyright 2021 rilmen.id