Manfaat Serat Bulu Domba Dan Kegunaannya Untuk Kehidupan Manusia

Manfaat Serat Bulu Domba Dan Kegunaannya Untuk Kehidupan Manusia

Domba merupakan salah satu jenis hewan ternak yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Dibandingkan dengan kambing, domba memiliki jumlah daging yang cukup banyak yakni sekitar 50 persen. Disamping dagingnya yang lezat untuk dikonsumsi, domba juga memiliki bulu tebal yang dapat dimanfaatkan untuk membuat beberapa produk. Berikut manfaat serat bulu domba yang jarang diketahui oleh banyak orang.

5 Manfaat Serat Bulu Domba Untuk Kehidupan Manusia

1. Bahan Pembuat Pakaian

Domba adalah hewan yang memiliki bulu sangat tebal serta bersifat menghangatkan. Pada umumnya bulu-bulu tersebut banyak dimanfaatkan untuk membuat pakaian seperti jaket serta selimut. Pakaian dari bulu domba sendiri banyak diproduksi di luar negeri, terutama di negara-negara yang memiliki 6 musim.

Pembuatan pakaian dari bulu domba mampu memberikan kehangatan yang lebih tahan lama. Bahkan jaket yang dibuat dari bulu domba dapat menahan rasa dingin hingga temperatur cuaca mencapai 6 derajat celcius. Karena manfaatnya yang sangat berguna, tak heran jika orang-orang Eskimo tetap bisa bertahan hidup ditengah kedinginan meski hanya menggunakan jaket.

2. Bahan Pembuatan Karpet

Selain digunakan untuk membuat pakaian, ternyata manfaat serat bulu domba juga bisa digunakan untuk membuat karpet. Bulu domba akan dicukur setiap empat bulan sekali, kemudian dicuci menggunakan cairan desinfektan lalu direndam menggunakan air sabun. Sebelum digunakan, bulu-bulu domba terlebih dahulu dipintal menjadi benang. Namun beberapa orang juga ada yang membuat karpet dari bulu domba tanpa mengubahnya terlebih dahulu menjadi benang.

3. Bahan Pembuat Sandal / Sepatu

Sandal merupakan salah satu pelengkap tubuh saat akan bepergian yang tujuannya untuk melindungi kaki dari benda-benda tajam dan udara dingin. Ketika cuaca diluar sedang dingin, tentu tidak hanya tubuh saja yang membutuhkan kehangatan, melainkan juga kaki. Kaki jauh lebih mudah terasa dingin dibandingkan badan, karena badan setiap saat pasti tertutup oleh baju sedangkan kaki tidak. Terlebih lagi ketika anda jarang menggunakan pelindung kaki yang tertutup.

Ketika cuaca dingin tentu anda membutuhkan penutup kaki yang mampu memberikan kehangatan sempurna, seperti sepatu dari kulit domba. Sedangkan saat cuaca panas, anda dapat menggunakan sandal dari bulu domba. Selain tidak menyebabkan iritasi dikulit, penampilan anda akan terlihat beda dengan sepatu atau sandal dari bulu domba tersebut.

4. Mengatasi Ruam Di Kulit

Meskipun terdengar asing, namun kenyataannya memang bulu domba bisa dimanfaatkan untuk mengobati ruam-ruam pada kulit. Bulu domba yang telah dibersihkan kemudian diolah menjadi sejenis senyawa yang dikenal dengan lanolin. Lanolin ini banyak ditemukan dalam komposisi pembuatan cream atau salep  kulit yang berfungsi untuk mengobati alergi. Senyawa lanolin pada salep kulit sangat bermanfaat terutama untuk mengobati ibu-ibu yang putingnya ruam akibat menyusui.

Manfaat Serat Bulu Domba Untuk Pembuatan Wol

Wol

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa manfaat serat bulu domba banyak digunakan untuk membuat pakaian yang menghangatkan tubuh. Sebelum dibuat menjadi produk penghangat tubuh, bulu domba terlebih dahulu harus dibuat menjadi benang wol. Wol sendiri adalah salah satu serat tertua yang dikenal oleh manusia. Wol juga menjadi surat pertama yang dipintal menjadi benang lalu ditenun menjadi kain.

Berikut langkah-langkah membuat  benang wol dari serat bulu domba :

1. Pencukuran Bulu Domba

Untuk pembuatan kain wol proses pertama yang harus dilakukan adalah mencukur bulu domba. Pencukuran ini biasanya dilakukan secara rutin yakni selama satu tahun sekali. Hal ini bertujuan agar bulu-bulu yang dihasilkan adalah bulu dengan dengan kualitas yang baik.  Setidaknya untuk satu ekor domba jantan mampu menghasilkan 20 pon wol, sedangkan domba betina sekitar 15 pon wol untuk satu kali pencukuran.

2. Penyortiran Bulu Domba

Setelah proses pencukuran selesai, kemudian bulu domba mentah disortir berdasarkan kualitas dari seratnya. Penilaian kualitas wol ini dinilai dari segi panjang serat serta tingkat kehalusan serat. Usai di sortir kedalam kelas yang sama, wol kemudian dikompresi dan dikemas kedalam bundle untuk masuk pada proses selanjutnya. Namun karena domba adalah hewan yang jarang mandi, maka serat bulu domba tersebut harus dicuci hingga bersih terlebih dahulu.

3. Pencucian Bulu Domba

Setelah penyortiran selesai maka wol masuk pada tahap pencucian menggunakan cairan alkali. Tujuan utama pencucian ini adalah untuk menghilangkan kotoran, minyak dan lan lanolin, feses maupun urine yang masih menempel pada wol. Dengan begitu wol menjadi lebih bersih serta tidak berbau aneh. Proses ini juga menghasilkan lanolin yang biasanya digunakan sebagai bahan campuran pembuatan kosmetik, sabun dan peralatan rumah tangga lainnya.

4. Penyikatan Wol Atau Carding

Setelah dicuci bersih dan dikeringkan, manfaat serat bulu domba sebagai bahan pembuat wol siap untuk memasuki penyikatan atau proses carding. Proses ini diperlukan agar  wol bisa lebih lurus, sehingga lebih mudah untuk dipintal. Dulunya proses ini dapat dilakukan secara manual menggunakan tangan, namun kini lebih banyak menggunakan mesin carding. Agar serat wol bisa lurus dengan sempurna dibutuhkan beberapa jenis mesin carding dengan fungsi yang berbeda-beda.

5. Pewarnaan Wol

Setelah proses penyikatan selesai selanjutnya serat-serat wol sudah dapat diberi warna sesuai yang dibutuhkan. Pada umumnya untuk setiap pengolahan serat wol dapat menyerap pewarna dengan efisien. Untuk mendapatkan hasil serta efek pencelupan yang lebih baik, anda dapat melakukannya langsung setelah proses carding selesai. Kelompokkan wol sesuai dengan jenis-jenis warna yang anda berikan agar lebih mudah disortir kembali.

6. Spinning Atau Pemintalan Wol

Wol yang telah diberi pewarna dan dikeringkan selanjutnya sudah siap untuk melalui proses pemintalan atau spinning. Spinning adalah langkah pengolahan wol lanjutan dimana roving roll dari proses carding diubah menjadi benang. Proses pemintalan ini juga didasarkan pada tujuan digunakannya wol selanjutnya, apakah untuk bahan rajut atau tenun. Untuk bahan rajut, maka wol dipintal lebih tebal, sedangkan untuk bahan tenun sebaliknya yakni wol dipintal menjadi lebih tipis.

7. Pembuatan Kain Wol

Setelah dipintal menjadi benang-benang yang panjang, selanjutnya wol dapat diolah lebih lanjut menjadi kain wol. Pengolahan wol menjadi bahan kain sendiri harus sesuai dengan standar tertentu. Dan penetapan standar mutu dari kain wol ini didasarkan pada asosiasi yang membawahi para penghasil bahannya. Asosiasi tersebut dinaungi oleh badan Internasional yang bernama IWTO (International Wool Textile Organization).

Sangat panjang sekali bukan proses yang harus dilalui untuk bisa mendapatkan benang dan kain wol ? Karena prosesnya yang rumit maka tak heran jika untuk satu pakaian yang terbuat dari kain wol dibanderol dengan harga yang mahal. Tentunya manfaat serat bulu domba sebagai kain wol juga sesuai dengan kualitasnya, karena wol memang terkenal memiliki kualitas yang sangat bagus.

Copyright 2021 rilmen.id