Sejarah Pembuatan Produk Kulit di Zaman Kuno

Sejarah Pembuatan Produk Kulit di Zaman Kuno

Sejarah pembuatan produk kulit. Membuat suatu kerajinan kulit adalah tugas yang sulit dan memakan waktu yang cukup lama bagi para pengrajin kulit. Orang orang menggunakan kulit binatang untuk membuatnya, baik itu dari hasil berburu atau dari hewan ternak. Seiring berjalannya waktu para pengrajin memperbaiki prosesnya sehingga kulit akan tetap kuat dan fleksibel seiring waktu.

Bagaimana Sejarah Pembuatan Produk Kulit Berasal ?

Orang orang di peradaban kuno mengakui nilai dari setiap bagian tubuh binatang dan belajar bagaimana menggunakan setiap bagiannya dengan berbagai cara. Tidak hanya dijadikan sebagai makanan, tetapi sisa bangkai mereka juga memiliki nilai. Orang zaman kuno membuat peralatan yang berasal dari tulang dan gigi binatang, menggunakan rambutnya untuk menjahit, dan mereka belajar bagaimana cara menggunakan kulit untuk tempat berlindung dan pakaian. Proses penyamakan awal menghasilkan masalah dimana kulit membusuk dalam suhu hangat dan menjadi terlalu kaku pada suhu dingin. Kesulitan ini mengharuskan bagaimana proses penyamakan kulit agar membuatnya lebih mudah, dan lebih menyenangkan saat digunakan. Penyamakan awal melibatkan lemak yang bekerja di kulit untuk membuatnya lebih kenyal.

 

Baca Juga : Sejarah Kulit dan Perkembangannya

Metode Pembuatan Kulit

Sejarah pembuatan produk kulit
Karpet dari Kulit Macan Tutul
Sumber Gambar : sofasandsectionals.com

Setelah sapi disembelih, pengrajin akan menguliti hewan untuk memisahkan daging dengan kulitnya. Selanjutnya kulit dicuci ke sungai atau danau untuk menghilangkan darah dan sisa daging dari kulit. Kulit akan meresap kedalam air sampai tiba saatnya melanjutkan proses pembuatan kulit. Jangat (Kulit Luar) kemudian direndam di dalam tong larutan jeruk nipis untuk merontokkan bulu dari kulit. Setelah bulunya rontok, kulit akan kembali direndam ke larutan jeruk nipis secara bergantian yang berlangsung sekitar 6 bulan. Setelah proses ini, Penyamak kulit akan menggunakan asam tannic, yang dibuat dari kulit pohon untuk mengawetkan dan mewarnai kulitnya. Terkadang mereka menambahkan bahan – bahan lain seperti sari buah apel atau susu asam untuk menciptakan efek akhir yang diinginkan. Fase proses ini memakan waktu sekitar tiga bulan. Proses Finishing melibatkan minyak kerja atau minyak ke kulit untuk membuatnya lebih kenyal.

Barang yang Terbuat Dari Kulit

Produk yang terbuat dari kulit
Barang yang terbuat dari bahan dasar kulit
Sumber Gambar : sofasandsectionals.com

Banyak berbagai macam jenis barang berbeda yang terbuat dari kulit. Barang – barang umum seperti pelana, tenda, awning, celemek, celana. Sandal, sepatu, sepatu boot, mokasin, karung dan tas, topi ikat pinggang , dan sarung tangan. Barang – barang tambahan seperti ember, botol dan bahkan kafan untuk menguburkan orang mati juga terbuat dari kulit.

Pentingnya Kulit Pada Zaman Kuno

Dalam sejarah kuno, manusia tidak memiliki jenis bahan yang sama dengan yang tersedia saat ini. Tidak ada plastik, logam yang mahal, Tembikar dan gelas yang mudah pecah, membuatnya menjadi bahan yang tidak diinginkan di banyak situasi. Faktor faktor ini menjadikan kulit pilihan yang terjangkau dan mudah diakses untuk pakaian dan kebutuhan lainnya. Orang – orang pada zaman kuno memiliki hewan yang tersedia dengan berburu atau dari ternak. Ketika proses penyamakan membaik, kulit menjadi lebih kondusif untuk berbagai macam keperluan, bahkan menggunakannya untuk membuat tas untuk membawa cairan. 

Metode Pembayaran

BCA-LOGO.png
FormatFactoryMandiri.png
BRI-LOGO.png
BNI.png

Copyright 2020 rilmen.id

×

Daftar Isi